Sebagai wujud komitmen dalam menjamin kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan, Badan Penjaminan Mutu (BPM) Untag Surabaya telah menyelesaikan kegiatan Uji Petik Audit Mutu Internal (AMI) Pembelajaran. Kali ini, Program Studi Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) menjadi objek audit yang menjalani penilaian mendalam pada 18-19 Desember 2025.
Kegiatan diawali dengan sesi tatap muka bersama para dosen pada Kamis (18/12/2025) di Ruang Meeting Room Rektorat Lantai 3. Dalam pertemuan tersebut, tim auditor dari BPM yang terdiri dari Dr. Wiwik Afifah S.Pi., SH., MH., Dr. Isrida Yul Arifiana, M.Psi., Psikolog, dan Luvia Friska Narulita, S.ST., M.T., melakukan pemeriksaan kesesuaian terhadap pelaksanaan proses pembelajaran. Fokus audit meliputi perencanaan perkuliahan, proses pelaksanaan pembelajaran, evaluasi/penilaian pembelajaran.
Ketua Tim Auditor sekaligus ketua BPM Dr. Wiwik Afifah S.Pi., SH., MH., menyampaikan bahwa uji petik ini merupakan sebagai bahan persiapan FK dalam menghadapi akreditasi, selain itu instrumen untuk memastikan standar mutu internal proses pembelajaran yang dijalankan telah sesuai. “Audit ini tidak hanya mencari kesenjangan, tetapi lebih pada identifikasi praktik baik dan peluang peningkatan berkelanjutan bagi Prodi Kedokteran, yang merupakan program studi unggulan,” ujarnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, dr. Poerwadi, Sp.B., Sp.BA. (K)., menyambut hangat kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa Fakultas Kedokteran senantiasa terbuka dan berkomitmen terhadap proses penjaminan mutu pembelajaran. “Kami melihat ini sebagai bagian dari evaluasi internal untuk mempertajam kualitas proses pembelajaran calon dokter kami,” kata dr. Poer.
Pada hari kedua, Jumat (19/12/2025), kegiatan dilanjutkan dengan wawancara virtual via Zoom Meeting terhadap seluruh mahasiswa Prodi Sarjana Kedokteran. Sesi ini dipandu oleh Dr. Wiwik Afifah S.Pi., SH., MH., Dr. Isrida Yul Arifiana, M.Psi., Psikolog, dan Luvia Friska Narulita, S.ST., M.T., yang menggali pengalaman dan persepsi mahasiswa secara langsung terkait atmosfer akademik, efektivitas pembelajaran, ketersediaan sumber daya, serta sistem pendukung akademik.
Partisipasi mahasiswa dinilai sangat aktif dan memberikan masukan yang berharga. “Sesi dengan mahasiswa memberikan perspektif pengguna layanan pendidikan yang esensial untuk perbaikan proses,” jelas Luvia Friska Narulita, S.ST., M.T., selaku anggota tim auditor.
Kepala BPM Untag Surabaya Dr. Wiwik Afifah S.Pi., SH., MH., menutup rangkaian kegiatan dengan menyatakan bahwa semua temuan dan masukan dari kedua sesi akan dikompilasi menjadi laporan audit yang komprehensif. “Laporan ini akan diserahkan kepada pimpinan fakultas dan prodi sebagai dasar penyusunan rencana aksi perbaikan dan peningkatan mutu. Langkah ini sejalan dengan visi Untag Surabaya untuk menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing,” pungkas Dr. Wiwik.
Dengan terlaksananya Uji Petik AMI Pembelajaran ini, diharapkan Prodi Sarjana Kedokteran FK Untag Surabaya dapat terus mengokohkan proses pembelajarannya, sehingga mampu menghasilkan lulusan dokter yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga memiliki integritas tinggi sesuai kebutuhan masyarakat.

