Surabaya, 26 November 2025 – Guna meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas organisasi kemahasiswaan, Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya telah menyelesaikan rangkaian Audit Organisasi Kemahasiswaan (ORKEM). Audit dilaksanakan secara terpisah untuk menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing unit. Untuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA), audit digelar di fakultas masing-masing pada 19 dan 20 November 2025. Sementara untuk 28 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), audit dipusatkan di Gedung Roeslan Abdul Ghani Ruang Q.205 pada 25 November 2025.
Kegiatan ini berhasil menjaring partisipasi aktif dari seluruh elemen ORKEM, yang terdiri dari 3 BEM (Tingkat Universitas dan Fakultas), 17 HIMA, dan 28 UKM, menjadikannya salah satu evaluasi organisasi kemahasiswaan paling komprehensif dalam beberapa tahun terakhir.
Tujuan utama dari audit ini adalah untuk menilai kinerja, administrasi, dan kepatuhan setiap organisasi terhadap AD/ART serta pedoman kemahasiswaan yang berlaku. Selain itu, audit juga berfungsi untuk memastikan bahwa dana kemahasiswaan telah dipertanggungjawabkan dengan baik dan bahwa setiap program kerja yang dilaksanakan memiliki dampak yang nyata bagi pengembangan soft skills anggotanya serta kontribusi terhadap kehidupan kampus.
Kepala BPM UNTAG Surabaya, Dr. Wiwik Afifah, S.Pi., SH., MH, menyatakan bahwa organisasi kemahasiswaan adalah partner strategis universitas dalam membentuk karakter kepemimpinan dan jiwa sosial mahasiswa.
“Audit ini bukanlah bentuk pencarian kesalahan, melainkan upaya untuk mendampingi dan memperkuat pondasi organisasi adik-adik mahasiswa. Dengan tata kelola yang baik, akuntabel, dan transparan, kami yakin BEM, HIMA, dan UKM di UNTAG Surabaya akan semakin solid dan dapat menjalankan program kerja yang lebih berkualitas dan bermanfaat,” tegasnya.
Proses audit berfokus pada penilaian terhadap dokumen administrasi, laporan pertanggungjawaban keuangan (LPJ), realisasi program kerja, serta sistem kaderisasi. Tim auditor dari BPM terjun langsung ke fakultas-fakultas untuk memeriksa BEM dan HIMA, menciptakan suasana evaluasi yang lebih personal dan kontekstual. Sementara untuk UKM, audit terpusat di Gedung Roeslan Abdul Ghani menjadi ajang silaturahmi dan berbagi praktik terbaik antar berbagai unit kegiatan.
Melalui audit ini, BPM berkomitmen untuk memberikan laporan umpan balik dan rekomendasi perbaikan kepada setiap organisasi. Diharapkan, hasil audit dapat menjadi pijakan bagi seluruh ORKEM di UNTAG Surabaya untuk semakin matang dalam berorganisasi, sehingga dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kompetensi kepemimpinan dan manajemen yang mumpuni.