Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya (YPTA Surabaya) menyelenggarakan kegiatan Workshop Manajemen Risiko pada tanggal 30 Januari 2026 bertempat di Ruang Q.205 Gedung Roeslan Abdulghani, Untag Surabaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya yayasan dalam memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi berbagai potensi risiko strategis maupun operasional.
Workshop tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Untag Surabaya yang diwakili oleh Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, serta Badan Penjaminan Mutu Untag Surabaya. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pimpinan SMP 17 Agustus 1945 Surabaya dan pimpinan SMA 17 Agustus 1945 Surabaya sebagai bagian dari satu kesatuan sistem pendidikan di bawah naungan YPTA Surabaya.
Materi workshop disampaikan oleh Bapak Drs. Purwoko Danardono, PIA., CPAM., QRMP., yang memiliki kompetensi dan pengalaman profesional di bidang manajemen risiko dan audit. Dalam paparannya, beliau menjelaskan konsep dasar manajemen risiko, pentingnya penerapan kerangka kerja yang sistematis, serta integrasi manajemen risiko dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan di satuan pendidikan. Penyampaian materi dilakukan secara komprehensif dengan disertai contoh implementasi praktis yang relevan dengan konteks lembaga pendidikan.
Lebih lanjut, narasumber menekankan bahwa manajemen risiko bukan semata-mata upaya menghindari risiko, melainkan proses terstruktur untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko agar tujuan organisasi tetap dapat tercapai secara efektif dan efisien. Setiap satuan pendidikan didorong untuk menyusun peta risiko (risk register) yang memuat risiko strategis, operasional, keuangan, dan kepatuhan sebagai bagian dari sistem pengendalian internal yang terintegrasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pimpinan dan pengelola satuan pendidikan mengenai pentingnya manajemen risiko sebagai bagian dari tata kelola yang baik (good governance). Dengan pemahaman yang komprehensif, setiap satuan pendidikan diharapkan mampu mengantisipasi berbagai tantangan, baik yang bersifat akademik, administratif, maupun strategis, sehingga keberlanjutan dan mutu layanan pendidikan dapat terjaga.
Melalui workshop ini, YPTA Surabaya menegaskan komitmennya dalam membangun budaya sadar risiko di seluruh lini organisasi. Sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan menengah menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem manajemen yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan dan praktik manajemen risiko yang terstruktur di masing-masing satuan pendidikan.